Viva La Clit? Whaaaaat?

Posted

by

Just a reflection

Clit. Clitoris? Clitoral?

Viva La Clit bukan sekadar merujuk perayaan Clitoris secara harafiah. Meskipun, boleh juga, sih! Tapi, sebenarnya, pertama-tama, merefleksikan ulang bagaimana selama ini seksualitas perempuan diabaikan atau bahkan dianggap tidak ada.

Is it… really… there’s no such thing as women’s sexuality?

Di lingkungan yang tergenderisasi dengan moda hegemoni maskulin dan matriks heteroseksual, perempuan dan seksualitasnya seringkali hanya dianggap ada secara instrumental: untuk memuaskan pasangan laki-lakinya. Di luar daripada itu, tidak ada yang namanya seksualitas perempuan. Masturbasi? Tidak ada, tuh

Istilah-istilah filosofis seperti penisless boys atau penis envy dibuat untuk mendefinisikan seksualitas perempuan yang setengah, tidak akan pernah utuh. Keberadaan klitoris dipahami sebagai penis yang belum jadi. Dan harus cepat ditangani supaya seksualitasnya tidak terlalu membabi-buta, binal, tidak boleh memiliki hasrat seksual yang ‘besar’ seperti laki-laki. Sunat perempuan pun dinormalisasi. Dari mulai dijahit bagian labia minora, labia majora, hingga hanya menyisakan satu lubang untuk pipis dan mestruasi. Disebut tradisi dan dijustifikasi sebagai pengkondisian seksualitas yang sah. 

Uterus. Rahim. Wombs? Secara etimologis berasal dari bahasa Latin, hystericus, histeria? Perempuan marah-marah? Oh, karena punya rahim! Sexist justification

Di keseharian, klitoris (vulva, vagina) tidak pernah bisa diucap lancang. Atau, bisa sih, tapi dalam konotasi negatif, seksis, misoginis, dalam kerangka pornografik yang kerap berjangkar pada pola pikir dan tatapan yang mengobjektifikasi. Male gaze.

Viva la Clit menjadi pernyataan, jargon, pengingat, reclaim kekuatan bahwa seksualitas perempuan itu ada dan boleh diucap lantang, boleh dibahasakan dengan produktif. Klitoris bukan sekadar bagian Diri yang tidak utuh.

This is the clit!

VIVA LA CLIT!


Feautured image: https://www.theatlantic.com/health/archive/2017/03/3d-clitoris/518991/


Categories

Tags

error: Sorry, content is protected!