Seperti halnya Kristen dan Judaisme, Islam tumbuh di wilayah pantai timur Mediterania. Ketika kita anggap Islam seperti tidak terkenal, mungkin karena kita terbiasa belajar sejarah Eropa/dunia melalui perspektif Kristen. Padahal, kalau belajar big history berarti belajar semuanya.
Kurang dari 200 tahun, Islam berkembang dari yang tadinya tidak eksis, menjadi organisasi/ideologi religius dan politis besar dalam skala dunia. Sejarahnya kira-kira dimulai sejak abad ke-7 M ketika malaikat Jibril (Gabriel) muncul ke kehidupan/hadapan Muhammad, yang ketika itu berumur sekitar 40 tahunan dan hidup sebagai pedagang/gerobak. Jibril memintanya membawakan/meneruskan kata-kata Tuhan ke orang lain. Tentu hal ini mengejutkan Muhammad, namun istri dan teman-temannya mendorong Muhammad menerima permintaan Jibril. Melalui tugas ini, Muhammad menjadi Nabi.
Beberapa hal yang perlu kita ketahui tentang dunia Islam:
Masyarakat (yang dipengaruhi oleh) Muhammad, berbentuk kesukuan/Dinasti (tribal). Muhammad sendiri merupakan anggota dari Dinasti Quraish (Quraysh) dan tinggal di Mekah. Dan di Mekah, hubungan di dalam Dinasti begitu erat dan penting. Pada waktu itu, semenanjung Arab (Arabian peninsula) begitu sangat religius. Dalam arti, begitu banyak Dinasti di Arab yang menyembah/beribadah kepada Tuhan/Dewa-Dewi yang mirip dengan Tuhan/Dewa-Dewi Mesopotamia (cek episode 3 Crash Croush World History). Ketika Muhammad dikenal sebagai Nabi, patung-patung kultus yang pernah disembah di era sebelumnya dikumpulkan di Mekah, yaitu di dalam bangunan seperti kuil yang disebut Kabah. Tapi waktu itu juga, Arab merupakan rumah bagi motnoteisme lain seperti Kristen, Judaisme, bahkan Zoroastrianisme. Jadi, perspektif bahwa hanya ada satu Tuhan, menjadi begitu mengejutkan bagi Muhammad, termasuk bagi Ibrahim (Abraham). Hal penting lainnya, bagian utara Arab waktu itu, diapit/terjepit di antara Kerajaan Byzantin dan Kerajaan Persia Sasanian/Sassanid (yang mana keduanya selalu berada dalam keadaan perang/berkonflik). Pada intinya, Islam menjadi agama reformasi–seperti ketika Jesus dan Musa muncul dan mencoba mengembalikan nilai-nilai monoteisme Abrahamik di tengah masyarakat yang dianggap telah korup. Ini juga lah yang dilakukan oleh Muhammad.
Para muslim percaya bahwa Tuhan mengirimkan Muhammad sebagai Nabi terakhir untuk membawa masyarakat pulang ke agama yang sebenarnya, yang satu/Esa, all-powerful God. Quran juga mengakui Ibrahim, Musa, dan Yesus (Isa Almasih) di antara Nabi sebelum Muhammad. Tapi hal ini berbeda dengan apa yang dikatakan oleh Hebrew dan Injil Kristen.
Dalam Quran sendiri tertulis wahyu-wahyu yang diterima Muhammad, yang dianggap merupakan turunan dari kata-kata Tuhan sendiri. Teks yang dibahas dalam Quran meliputi banyak topik, tapi bisa dikatakan notabene bertema tentang monoteisme rigid (strict monotheism), dan bagaimana caranya merawat dan menghormati orang yang tidak beruntung. Quran menyebut bahwa, orang baik adalah orang yang menghabiskan waktunya untuk menghargai sesamanya, para yatim piatu, yang memiliki kebutuhan, musafir, dan fakir miskin, dan yang membebaskan manusia dari perbudakan. “Spends his substance–however much he himself may cherish it–upon his near of kin, and the orphans, and the needy, and the wayfarer, and the beggars, and for the freeing of human beings from bondage.” Wahyunya pun terus mengalami interpretasi yang meluas, seperti mendorong agar memperhatikan hak-hak perempuan dan para yatim piatu, yang pada waktu itu, justru malah tidak begitu diminati oleh Dinasti di mana Muhammad besar.
Dalam Islam, dikenal Rukun Islam (five pillars of Islam) sebagai fondasi berperilaku yang imperatif, setidaknya bagi Muslim Suni. Rukun Islam tersebut yaitu, Syahadat, Shalat, Zakat, Puasa, Naik Haji. Satu, Syahadat, merupakan kesaksian Muslim. Biasanya Syahadat terucap pada setiap doa ketika melakukan Shalat. Bunyinya: there is no God but God and Muhammad is God’s prophet atau Tiada Tuhan selain Alloh dan Nabi Muhammad sebagai utusan Alloh. Tuhannya Islam disebut Alloh. Kedua, Shalat, merupakan ritual doa/sembahyang wajib berjumlah 5 waktu, yaitu Subuh, Dzuhur, Ashr, Maghrib, dan Isya. Shalat berhukum wajib bagi semua umat Muslim kecuali bagi mereka yang belum puber/baligh, terlalu sakit, atau sedang haid/nifas. Ketiga, Zakat, atau sedekah bagi yang mampu untuk mereka yang kurang mampu. Keempat, Puasa, yaitu menahan nafsu makan/minum dari waktu Subuh hingga Maghrib selama satu bulan. Terakhir, Naik Haji, atau ziarah (pilgrimage) ke Mekah. Tapi memahami Islam bukan sekadar memahami Quran, seperti Judaisme dan Talmudnya, Kristen dan Injilnya. Islam memiliki teks-teks suci tambahan seperti Hadis, yaitu koleksi cerita atau perkataan para Nabi. Tapi tidak semua Hadis diciptakan dengan nilai yang setara. Ide bahwa ketika manusia pergi ke Surga dan mendapat 72 bidadari (virgins) tidak disebutkan dalam Quran, tapi dari suatu Hadis.
Islam, seperti Kristianitas dan Judaisme, memiliki hukum-hukum yang berlaku. Dalam Islam, hukum ini disebut Hukum Syariat (Sharia Law). Muncul anggapan bahwa Muslim yang tidak mengikuti ajaran Syariat tidak serta-merta Islam, dan tidak akan disebut bagian dari Umat (umma, komunitas Muslim). Atau sebaliknya. Padahal begitu banyak interpretasi soalnya.
Muhammad dan pengikutnya pernah diusir dari Mekah pada tahun 622 M, karena dakwahnya tentang Syahadat. Dinasti Quraish mengusirnya karena dakwah tersebut mengancam alur perdagangan antar Dinasti atau agama yang ada di Arab. Muhammad dan pengikutnya pun menuju ke Yastrib, Madinah. Perjalanan ini diketahui sebagai Hijrah, dan menjadi penanda tahun 0 dalam kalender Islam. Di Madinah, Muhammad memutuskan relasi religi Islam dan Judaisme, dan mengubah fokus ibadah dari Jerusalem ke Mekah. Di Madinah pula lah komunitas Islam mulai seperti Kerajaan kecil daripada sebuah Gereja. Sebutlah Yesus saja tidak pernah memiliki negara yang ia kepalai. Muhammad pun menjadi Nabi dan juga selayaknya Jendral di Madinah. Lalu pada tahun 630 M, komunitas Islam yang berada di Madinah ini mengambil kembali Mekah. Mereka pun menghancurkan item-item yang berada di Kabah, dan saat itu Islam tidak hanya menjadi agama yang disegani tapi juga menjadi kekuatan politik besar. Karena terbiasa bercampurnya urusan agama dan politik ini lah, maka seolah tidak ada tradisi pembeda antara hal yang sipil dan yang religius. Ketika Muhammad meninggal pada 632 M, tidak ada kekosongan religius setelahnya: karena Muhammad dipercaya sebagai Nabi terakhir, dan Quran mulai menjadi fondasi dan pedoman Umat Muslim dalam menjalankan kehidupannya. Tentu komunitas tetap memerlukan pemimpin politik, seorang Khalifah (pemimpin di dunia/wakil Alloh). Dan Khalifah pertama adalah Abu Bakar, yang adalah Mertua Muhammad sendiri. Dikatakan bahwa banyak masyarakat menginginkan Ali, Menantunya Muhammad, untuk memimpin komunitas. Meskipun Ali juga memang menjadi Khalifah ke-4. Tapi pada mulanya, ketidaksepakatan siapa yang menjadi Khalifah pertama menjadi awalan bagaimana Islam terbagi ke dalam aliran Suni dan Syiah. Hari ini, Muslim Suni percaya bahwa Abu Bakar adalah sebenar-benarnya Khalifah pertama, sedangkan Muslim Syiah percaya bahwa seharusnya Ali lah yang menjadi Khalifah pertama. Bagi Muslim Suni, 4 Khalifah pertama, yaitu Abu Bakar, Umar, Usman, dan Ali, dikenal sebagi Khulafaur rasyidin (Rightly Quided Caliphs, pengganti Nabi Muhammad), dan banyak gerakan konservatif dalam Islam hari ini yang mencoba untuk mengembalikan kejayaan dunia Islam saat itu. Abu Bakar telah berjasa menstabilisasi komunitas Islam setelah kematian Muhammad, dan ia menginisasi proses merekam atau mengarsipkan Quran dalam tulisan. Era Abu Bakar juga telah berkontribusi dalam kampanye politik-militer melawan Kerajaan Byzantin dan Persia/Sasanian. Hasilnya, Kerajaan Islam pun semakin meluas dalam kurun waktu 116 tahun.
Dari ini:
Ke ini:
Penerusnya, yaitu Umar, merupakan Jendral yang baik dan seorang administrator brilian. Tapi ia tetap tidak bisa menghindari pembunuhan (assassination). Lalu, pada penerus berikutnya, yaitu Usman, standarisasi Quran dilakukan, termasuk ekspansi penaklukan wilayah. Setelah Usman dibunuh, Ali pun menjadi Khalifah. Begitu banyak kontroversi ketika Ali menjadi Khalifah dan bisa dikatakan hal ini menjadi penyebab terjadinya perang sipil, termasuk munculnya Dinasti di mana Usman lahir, yaitu Dinasti Umayyah, yang mana memimpin Kerajaan Islam lebih dari 100 tahun.
Umum diketahui bahwa pada awal kejayaan Islam, ajaran-ajarannya tersebar melalui perang. Benar adanya bahwa Kerajaan Islam di awal sering memenangkan perang. Tapi tidak menutup kemungkinan bahwa banyak masyarakat di wilayah Asia Tengah dan Timur, termasuk Mongol, memeluk Islam bukan karena kampanye militer. Quran sendiri menyebut bahwa berkeyakinan/beragama tidak boleh dipaksakan (compulsion).
Kerajaan yang dikalahkan pertama adalah Kerajaan Persia/Sasanian, Kerajaan non-Muslim. Pada saat itu, mereka juga sudah lama melawan Kerajaan Byzantin selama 300an tahun, dan sering terkena wabah penyakit. Dengan dikalahkannya Kerajaan Persia, teritori seperti Mesir hingga Spanyol menjadi milik Kerajaan Islam, dan Islam menjadi begitu mengakar di sana hingga tahun 1492. Pada tahun tersebut, Kerajaan Islam berhasil diusir dari Spanyol melalui perang Reconquista yang sudah berlangsung lebih dari 700 tahun. Perang di era tersebut tidak hanya memperadukan antar Kerajaan atau komunitas, tapi juga antar Tuhan yang dipercayai masing-masing.
Kerajaan Islam, dari yang tadinya kecil, dan tanpa sumber daya alam yang memadai, mampu melakukan ekspansi dan penguasaan Kerajaan lain di sekitarnya: dari mulai perdagangan, studi-studi, politik dan tentunya agama. Ketika kepemimpinan Abbasid di abad ke-8 & ke-9, banyak karya tulis dari Yunani Klasik “Western Canon” diterjemahkan ke dalam bahasa Arab di Baghdad. Dengan cara ini, bangsa Muslim berkenalan kembali dengan Eropa, setidaknya setelah Perang Salib terjadi. Pada saat ini, Eropa sedang menuju era Renaisans, dan meninggalkan apa yang mulai dipelajari dan diterjemahkan oleh bangsa Muslim.

