Catatan tugas kampus bersama Tia. Untuk pengalaman membaca tabel ini lebih baik silakan membaca melalui komputer/PC.
| Tahapan Revolusi Industri | Penemuan yang Revolusio-ner | Bentuk Industri | Perubahan gaya hidup, struktur kelas masyarakat industri |
| 1 (1760-1820/40an) | Penemuan mesin uap oleh James Watt pada tahun 1766 | Industri manufaktur | Ciri masuk ke modernitas. Produksi barang dilakukan masif. Pekerjaan yang sehari-hari mengandalkan tenaga otot, air, dan angin (tidak 24 jam stabil) diganti oleh tenaga mesin (penggilingan, mengangkat barang berat). Kebiasaan manusia mengerjakan sesuatu hal yang membutuhkan istirahat, digantikan juga oleh mesin. Mesin uap memungkinkan produksi barang/pekerjaan menjadi efisien dan murah. Juga memungkinkan bangsa Eropa mengirim barang ke seluruh kawasan tanpa mengandalkan tenaga angin lagi, tapi selama ada mesin uap (beserta kayu, bara), kapal bisa terus melaju. Ini juga yang memungkinkan negara-negara Eropa bisa (cepat) melakukan penjajahan negara non Eropa. Tenaga manusia bisa dipekerjakan di bidang lain dan jadinya tidak begitu dibutuhkan/karena tergantikan oleh mesin uap. Orang juga jadinya bisa produksi di mana saja meskipun tidak memiliki tanah. Pada satu sisi, non bangsawan bisa jadi pemilik produksi, tapi di satu sisi juga tenaga kerja manusia dijadikan murah sekali apabila ingin mendapat pekerjaan lain/karena alasan mesin uap lebih murah juga. Perlu diperhatikan bahwa mesin uap yang memudahkan semua pekerjaan pada masa itu juga berakibat pada polusi udara yang semakin memburuk seiring bertambahnya industri-industri yang mengandalkan mesin uap. Limbah yang tidak ramah terhadap lingkungan menjadi ancaman juga bagi kelangsungan hidup manusia/khususnya yang tidak memiliki tempat tinggal dan lingkungan yang layak. |
| Penemuan pemintalan (spinning jenny) oleh James Hargreaves pada tahun 1764 | Industri tekstil | Spinning Jenny menjadi alat ‘memintal benang’ rumahan yang digunakan oleh banyak perempuan pekerja. Tadinya proses memintal sangat lama. Ellen Hacking juga menemukan alat carding machine untuk meluruskan benang sehingga dapat dipintal lebih baik. Spinning machine atau mesin berputar juga konsepnya digunakan oleh Richard Arkwright untuk menggunakan air sebagai sumber tenaga di pabrik-pabrik. | |
2(1820/40an-awal abad ke-20an) | Mobil Ford model T | Assembly Line, konsep ban berjalan | Produksi mobil Ford yang akhir abad ke 1800an menggunakan cara satu perakit satu mobil menjadikan produksi lama (mobil menjadi barang langka, hanya bangsawan yang dapat membeli). Sistem ban berjalan memungkinkan perakitan mobil bisa dilakukan oleh banyak tenaga dan cepat selesai (mobil terjangkau dan bisa dibeli oleh semua kalangan). Hal ini dipermudah dengan adanya tenaga listrik yang juga lebih murah dari tenaga uap. Tentu saja hal ini juga mengembangkan sifat konsumerisme pada gaya hidup manusia. Semua orang memiliki mobil dan hal itu menjadi standar hidup layak maka mobil menjadi barang yang prioritas. Pada satu sisi banyak mobil membuka peluang usaha seperti bengkel, tempat cuci, pasokan bensin. Tapi satu sisi juga, infrastruktur ini menjalar di mana-mana dan tidak ramah pada lingkungan, sama seperti ekses dari revolusi industri ke-1. Limbah tank, kapal, pesawat (militer) yang digunakan pada Perang Dunia II juga hadir karena adanya produksi massal yang tercipta dari pabrik-pabrik yang menggunakan cara kerja ban berjalan. |
| ISO/R 1:1951 | Standarisasi Internasional(1947) | ISO dibentuk oleh 25 delegasi/negara (1947) untuk menciptakan standarisasi internasional pada setiap barang/produk yang dibuat/dimanufaktur. Delegasi termasuk para ahli yang mendalami studi-studi yang partikular, misal tukang oli spesifik mengurus perihal oli, tukang paku fokus urusan paku. ISO pertama muncul pada tahun 1951 dengan judul Standard reference temperature for industrial length measurements. ISO berkembang berdasarkan penjelasan SI (Système international d’unités). Adanya ISO menyebabkan setiap pabrik manufaktur yang ingin melakukan ekspor harus memiliki ISO/lolos dari tes standarisasi internasional. Pada satu sisi ini memudahkan kita mengetahui kualitas suatu produk yang tidak akan berubah meskipun dibeli dari pabrik yang beda tempat (satu license), misalnya. Setiap produk yang dihasilkan pun akan terjamin mutunya. Gaya hidup kita diarahkan untuk memiliki produk yang pabriknya sudah lolos ISO untuk keamanan (tidak keracunan, mudah meledak, kontaminasi, terhindar dari penyakit ketika kerja/kecelakaan), atau bisa juga pabrik menjadi lebih sadar akan limbah yang dihasilkan. Di sisi lain, keketatan ISO bisa terjadi sesuai kepentingan elit kapital, pemilik modal, investor, seperti AMDAL atau BPOM (di Indonesia) yang apabila standar itu tidak lagi rigid, pencemaran lingkungan dan bencana yang akan mengikutinya bisa saja tidak dihindari. Globalisasi berperan penuh atas penggunaan ISO yang mau tidak mau setiap pabrik manufaktur harus memiliki sertifikatnya apabila mau maju dan berkembang. Cara ad populum menjadi jitu, seperti halnya gaya hidup industrialisasi dan konsumerisme secara umum, kita dikonstruksi untuk merasa left out supaya bisa menjadi bagian dari yang umum itu. Contoh lain di Indonesia, mungkin penggunaan logo halal MUI (selain produk non halal) juga menjadi bisnis sekaligus standarisasi nasional yang mau tidak mau harus dilakukan apabila bisnis/pabrik yang dimiliki ingin maju. Anekdot seperti produk kulkas pun ada logo halalnya agar diterima gaya hidup masyarakat Indonesia. | |
| Penemuan Telegraf/Morse oleh Samuel Morse (1830/40s) | Western Union (ekonomi), Associated Press (A. S) & Reuteurs (Eropa) | Telegram yang dihasilkan oleh telegraf bekerja dengan cara mengirimkan sinyal transmisi listrik melalui kawat (jaringan). Telegraf listrik ini mengubah cara manusia melakukan perang (mengirim perintah dan menerima kabar dengan cepat), juga mengubah cara jurnalis berita, pebisnis, dan pemilik pabrik menjalankan pekerjaannya. Potongan informasi dapat didapatkan dengan hitungan hari, tidak seperti sebelumnya harus menunggu berminggu-minggu/bulan melalui kuda atau kereta. Telegraf ini juga berkembang dalam domain ekonomi, seperti munculnya Western Union yang memungkinkan kita mengirim uang ke daerah yang jaraknya jauh dengan cepat. Lalu di domain sosial melalui koran seperti muncul Associated Press di Amerika Serikat dan Reuteurs di Eropa. Perang, bisnis, produksi barang yang membutuhkan sokongan dana dapat berlangsung dengan cepat. | |
| Penemuan Bessemer Process oleh Henry Bessemer pada tahun 1856 | Industri besi baja (steel) | Proses Bessemer menjadi bagian penting dari sejarah modernisasi penggunaan baja. Kapal, rel kereta api, sampai urusan mesin jahit, dan peralatan pertanian menggunakan baja yang dihasilkan dari proses Bessemer. Material baja menjadi dominan dalam segala lini produksi besar (mass-producible) karena efektif dan murah (cost-effective). Akibat dari revolusi besi ini, pembuatan infrastruktur di tiap daerah (negara) menjadi ajang perlombaan dalam memperlihatkan kejayaan suatu daerah, misal dengan membuat bangunan tingkat tinggi, jembatan besar. Fungsi mempermudah akses bagi pabrik dalam menjalankan bisnisnya juga didapatkan setelah dibangun infrastruktur yang materialnya menggunakan baja hasil dari proses Bessemer. Penggalian bijih besi dan batu bara menjadi problem bagi pabrik yang tidak memperhatikan limbah dan kelangkaan (bijih besi dan batu bara) yang dihasilkan. | |
| 3 (Paruh kedua abad ke-20) | Penemuan mesin hitung oleh Charles Babbage | Pabrik yang memproduksi komputer (bentuknya besar, belum memiliki RAM) | Penemuan mesin hitung ini dalam perjalannya juga dikembangkan lagi oleh Alan Turing menjadi komputer pemecah kode buatan NAZI Jerman (Colossus). Penemuan ini disebut sebagai akhir revolusi industri ke-2 sekaligus awal dari revolusi industri ke-3 yang tadinya khas dengan hanya industri berubah ditambahnya kepentingan informasi. Mesin hitung komputer membantu dan mempermudah manusia menyelesaikan hitung-menghitung rumus yang sulit. Tapi tentu di era ini komputer masih menggunakan pita kertas sebagai pemberi perintah, belum seperti sekarang kita gunakan komputer untuk menghitung dan menginput data melalui keyboard. |
| Penemuan Integrated Circuit (Chip) oleh Jack Kilby dan dikembangkan oleh Robert Noyce | Masyarakat memasuki era digitalisasi, di mana sebagian pekerjaan manualnya mulai digantikan oleh komputer (dan dalam perkembangannya dengan bantuan robot konvensional). Pada tahap ini perkembangan teknologi informasi berjalan sangat cepat melalui pengembangan-pengembangan teknologi. Karena adanya IC, ukuran komputer yang besar bisa dikecilkan dan kebutuhan listriknya pun semakin sedikit. Dengan catatan kemampuannya semakin baik (pintar). Komputer yang kecil memungkinkan semakin efektifnya pabrik-pabrik yang menggunakan komputer untuk integrasi produksi barangnya. Proses ini disebut otomatisasi, di mana komputer membantu manusia sebagai pengendali lini produksi pada suatu pabrik, bukan semata-mata komputer dan/atau robot menggantikan pekerjaan manusia (a robotic assembly line). Melalui penemuan IC, lambat laun mempengaruhi kultur data analog berubah menjadi data digital. Termasuk sektor ekonomi yang konvensional menggunakan Western Union misalnya, berubah menggunakan bank yang menggunakan sistem digitalisasi. Karena penemuan-penemuan di atas, revolusi industri ke-3 biasanya disebut sebagai revolusi digital yang dicirikan dengan integrasi data digital di sektor-sektor penting pemerintahan maupun swasta. | ||
| 4(-sekarang) | Pesan pertama ARPANET melalui internet yang dikirim mahasiswa UCLA | Otomatisasi data digital dan internet, IoT atau Internet of Things | Pada era revolusi 4.0, ditandai dengan era disrupsi teknologi dengan kekuatan utama adalah big data, penemuan sensor dalam teknologi, cloud computing, dan machine learning. Kekuatan ini mempengaruhi kultur bisnis yang mengkonstruksi gaya hidup kita untuk bergantung terhadap teknologi informasi melalui internet. Beberapa hal sangat menonjol seperti adanya transportasi online seperti Go-Jek dan yang merambah pada jasa beli dan antar makanan. Lalu ada Traveloka, di mana pemesanan tiket pesawat, hotel, tiket kereta api hanya dengan menggunakan aplikasi digital saja. Manusia semakin mudah melakukan pekerjaan atau untuk memenuhi kebutuhan tetapi di sisi lain, konsumerisme juga menjadi tujuan dari kultur ini. Terhadap pabrik-pabrik konvensional pun, kreativitas dan inovasi menjadi tantangan. Apabila tidak bisa beradaptasi pada kultur ini, bisa saja usaha menuju kebangkrutan atau tidak adanya balik modal. Misalnya usaha jasa taksi konvensional mau tidak mau harus melakukan transformasi digital supaya usahanya tidak bangkrut. Dengan akses kapital yang stabil dan kemampuan mengolah informasi digital yang mendasar, seseorang bisa saja hidup hanya berdasarkan kepemilikannya atas smartphone dan internet. Pekerjaan konvensional seperti work from office lambat laun berubah menjadi work from home, seperti bekerja di Fiverr, freelance melalui laptop saja, atau menjadi vlogger, dengan mengandalkan alat-alat canggih seperti kamera, laptop yang memadai, dan sebagainya. Pada satu sisi, era revolusi industri 4.0 mendorong kita berinovasi dan berkreasi, tapi pada sisi lain juga ketergantungan ekstrim terhadap otomatisasi komputer dan gaya hidup, menurut kami, mampu menyebabkan seseorang teralienasi. Selain itu, data menjadi kekuatan baru bagi yang memilikinya (data mining). Kebocoran data, data-hacking, tidak ada lagi privasi, menjadi ancaman apabila cloud, data-storage tidak memiliki keamanan yang baik. |
| AlphaZero AI | Pabrik robot AI (artificial intelligence) | Awalnya, komputer dan atau robot hanya bisa diperintah secara manual oleh manusia. Seiring berkembangnya modifikasi komputer dan robot, istilah artificial intelligence pun muncul, di mana robot mampu mengolah sendiri–dengan bantuan internet stabil–informasi yang awalnya disematkan padanya. Pada tahun 1997, IBM Deep Blue Supercomputer mengalahkan Kasparov dalam pertarungan catur. AlphaZero AI juga hadir untuk mengalahkan AI lainnya di pertarungan catur. | |
| Penemuan 3D Printing oleh Charles. W. Hull pada tahun 1986an | Pencetakan 3D menghindari perakitan komponen dalam proses lini produksi yang lama. Dengan adanya percetakan 3D, produk yang dihasilkan dari suatu batch produksi kecil (bukan borongan) bisa dengan cepat setelah meskipun desainnya kompleks. Pun begitu, akurasi, produktivitas, dan material tersedia yang terbatas ini tidak bisa mengacuhkan keterlibatan manusia sebagai penginput data. |
Refleksi
Penulisan revolusi industri dari 1-4 hanya dalam konteks membantu kita memahami ciri khas dari masing-masing perkembangan kultur masyarakat sejak revolusi industri yang pertama. Setiap revolusi industri menjalani proses rumit dan tidak gampang. Ia bergantung pada bagaimana masyarakat pada umumnya mampu beradaptasi atau terjerembab dan tereksploitasi olehnya. Kami melihat bahwa secara umum kultur industri ini seiring dengan berkembangnya juga pola konsumerisme masyarakat. Mengubah cara pandang hidup berdasarkan industri yang kapitalistik. Hanya mediumnya saja yang berbeda.
Meskipun mesin membuat pekerjaan lebih mudah dalam beberapa hal, pekerjaan pabrik menimbulkan banyak masalah bagi para pekerja. Karyawan pabrik tidak berpenghasilan banyak, dan pekerjaan itu sering kali berbahaya. Banyak yang bekerja 14 hingga 16 jam per hari; enam hari per minggu. Anak kecil, slave, cheap-labour, bekerja di pabrik. Mesin sangat meningkatkan produksi. Ini berarti produk lebih murah untuk dibuat dan juga lebih murah untuk dibeli. Banyak pemilik pabrik menjadi kaya; tapi banyak juga pekerja semakin tidak sejahtera. Pekerja berusaha untuk memenangkan kondisi dan upah yang lebih baik melalui serikat pekerja. Serikat pekerja ini biasanya secara kolektif menuntut keadilan upah dan ekosistem kerja yang baik, contoh melalui mogok, demonstrasi, dsb.
Konsumerisme di era ketika diproduksinya Ford dan hari ini ketika segala aktivitas berpusat pada internet dan cloud sama-sama konstruksi cara pandang kita terhadap bagaimana berlaku di keseharian, dari mulai membeli bahan makanan, sekolah, politik, sampai urusan infak dan ibadah. Kita dibentuk untuk menghasilkan kapital sebanyak-banyaknya dengan modal yang murah (biokapasitas yang dieksploitasi, termasuk pekerjanya). Secara umum hal ini didasarkan sifat alami manusia, kalau menurut Harari dalam Sapiens, yang antroposentris dan bekerja sama untuk bertahan hidup, tapi secara spesifik, antroposentris ini juga hanya mampu dilakukan oleh yang memiliki kapital saja. Perlu diperhatikan manusia yang mana yang mendapatkan ekses (excess) dari industri tadi dan manusia mana yang memiliki akses (access) dan memegang kendali (control, dominate, exploit, expand, etc). Proses industrialisasi berlanjut di seluruh dunia, begitu pula perjuangan melawan banyak efek negatifnya, seperti polusi industri dan kepadatan perkotaan. Apa boleh buat ini adalah bagian dari perkembangan hidup manusia yang tidak terelakkan.
Featured image: https://en.wikipedia.org/wiki/Industrial_Revolution
Referensi
- Editors of Encyclopaedia. (2020, May 7). Associated Press. Encyclopedia Britannica. Retrieved May 21, 2021, from https://www.britannica.com/topic/Associated-Press
- Editors of Encyclopaedia. (2021, February 21). Paul Julius, Baron von Reuter. Encyclopedia Britannica. Retrieved May 21, 2021, from https://www.britannica.com/biography/Paul-Julius-Freiherr-von-Reuter
- The Guardian. (2017, December 7). AlphaZero AI beats the champion chess program after teaching itself in four hours. The Guardian. Retrieved May 22, 2021, from https://www.theguardian.com/technology/2017/dec/07/alphazero-google-deepmind-ai-beats-champion-program-teaching-itself-to-play-four-hours
- History.com Editors. (2009, November 9). Morse Code & the Telegraph. History. Retrieved May 31, 2021, from https://www.history.com/topics/inventions/telegraph
- ISO. (n.d.). The Iso story. ISO. Retrieved May 20, 2021, from https://www.iso.org/the-iso-story.html#7
- Koh, L., Orzes, G., & Jia, F. (2019, November). The fourth industrial revolution (Industry 4.0) : technologies’ disruption on operations and supply chain management. International Journal of Operations and Production Management, 39. 10.1108/IJOPM-08-2019-788
- Kottenstette, R. (2019, March 6). Elon Musk wasn’t wrong about automating the Model 3 assembly line — he was just ahead of his time. Tech Crunch. Retrieved 22, May, from https://techcrunch.com/2019/03/05/elon-musk-wasnt-wrong-about-automating-the-model-3-assembly-line-he-was-just-ahead-of-his-time/
- Susanto, M. (2019, January 18). Apa Itu Revolusi Industri 4.0? Zenius. Retrieved May 20, 2021, from https://www.zenius.net/blog/revolusi-industri-4-0

